Home Terbaru Peluang dan juga Tantangan Industri Telekomunikasi di Era 5G

Peluang dan juga Tantangan Industri Telekomunikasi di Era 5G

Video , Info, Terbaru January 14, 2022 12:11 am

Jakarta, Travelgaul.id – 2022 menjadi fase penting di dalam pengembangan 5G, setelah di Tahun sebelumnya sebagian besar operator seluler mulai membuka layanan jaringan super cepat generasi ke-5 itu di Tanah Air.

di dalam webinar sesi 2, bertajuk “Peluang dan juga serta Tantangan Industri Telekomunikasi di Era 5G” bagian ajang Digital Industry Forecast (DIECAST) 2022, Trends & Business Strategy yg digagas dari Travelgaul.id.

Ismail, Direktur Jenderal Sumber Daya dan juga serta Perangkat Pos dan juga serta Informatika Kementerian Kominfo (Komkominfo) menyebut bahwa berbagai pihak kini penting menggali, seperti apa usaha supaya gelaran 5G ini dapat segera hadir, disamping besarnya potensi yg dihadirkan kedepan.

“di dalam konteks implementasi 4G itu butuh waktu setidaknya 5-6 Tahun sampai titik saat ini. dan juga serta 5G pun serta sama sebenarnya, yg masih butuh waktu pembelajaran pembangunan seperti 4G. Namun, untuk mempercepat agat tidak sepanjang waktu yg dibutuhkan 4G, itu isu yg musti kami gali dan juga serta speed up supaya implementasinya dapat dengan cepat di Tanah Air,” erang Ismail, Hari Rabu (12/1).

Baca Juga :  4 Zodiak yang Dianggap Memiliki Tingkat Keberuntungan Tinggi, Apa Anda Termasuk?

Baca serta: Implementasi 5G di Indonesia dapat Lebih Cepat, Ini Syaratnya

Ismail menjabarkan peluang untuk mempercepat gelaran 5G itu dapat melalui dua isu yg mesti diselesaikan Indonesia. Pertama ialah cost, lalu yg kedua merupakan revenue-nya. “Bagaimana kami dapat melakukan efisiensi cost untuk mengimplementasikan 5G.” paparnya.

Faktor utama yg paling berpengaruh terhadap cost ialah spektrum frekuensi. Kalo spektrumnya terbatas, Ismail menyebut, BTS-nya penting rapat, sehingga cost yg dikeluarkan akan semakin besar.

“Bagaimana secepatnya dapat mendeliver spektrum frekuensi ini memadai sehingga efisiensi cost dapat terjadi.” Ucapnya.

Sementara, berasal dari sisi revenue, Ismail memaparkan bahwa ini terkait dengan bagaimana membangun demand. Ini sangat penting, sehingga 5G benar-benar dibutuhkan. 

“Jangan bilang (jaringan 5G) dapat ini, dapat itu, tapi tidak terdapat demand-nya. terdapat tidak use case yg jelas-jelas membutuhkan 5G atau yg cuma dapat run (aktif) di 5G.” ucapnya.

Baca Juga :  [Wisata] River Trot Boja Kendal Wisata Keluarga Fasilitas Lengkap❗️

Soal membangun demand atau use case ini serta menjadi penting bagi Ismail terutama dengan mengedepankan solusi lokal.  

“Use case yg dihadirkan mesti khas Indonesia, jangan ikut-kutan apalagi ciptakan yg non produktif, supaya penerapannya dapat benar terasa manfaatnya betul,” cetus Ismail.

Kemudian dirinya mencontohkan, soal metaverse yg ia lihat gebyar dan juga serta sekenarionya terlihat sangat menjanjikan.

Baca serta: Tahun 2022 menjadi Golden Momen Pertumbuhan Ekonomi Digital

“dan juga Korea Selatan khususnya Seoul mendeklarasikan bakal menjadi kota digital pertama di dunia dengan Metaverse, itu dapat terjadi tentu dibaliknya terdapat 5G yg kuat. kami pun menuju ke sana dengan use case lokal yg nyata, dan juga serta making money, dimana korporasi maupun perorangan bersedia membayar lebih untuk mendapatkan suatu yg pemanfaatanya produktif” tegas Ismail.

Menyambung Ismail, Indra Mardiatna, VP strategy Technology Telkomsel serta menyebut Apabila pihaknya sampai saat ini serta terus mendorong use case service seperti apa yg relevan untuk Indonesia.

Baca Juga :  [FOTO] Jessica Iskandar Saat Sukses Bintangi Film dealova

“Tentu kami ingat di 3G dahulu kami kira Killer application itu video call, ternyata terdapat di broadband-nya, 4G serta demikian Killer application justru terdapat di supporting teknologinya itu sendiri yakini unicorn-unicorn. Diharapkan kedepan use case 5G lokal yg relevan bakal hadir” tuturnya.

Sementara itu, Pimpinan Bidang Infrastruktur Telematika Nasional Mastel Sigit Puspito menyebut tantangan yg tidak kalah krusial ialah soal ketersediaan spektrum ideal 5G dan juga serta serta talenta digital.

Baca serta: Menelisik Potensi market Perangkat Pintar di Indonesia

“Spektrum 5G yg lengkap diharapkan tentu hadir segera, tapi penting melihat serta kesiapan operator untuk mengikuti lelangnya. Kemudian Talenta digital di era 5G, saat jaringa super cepat itu benar hadir ujung prasyaratannya tentu terdapat pada kecukupan talenta digital, yg kini tercatat masih kurang sekali,” tandasnya.

Sumber Referensi & Artikel : Travelgaul.id
Saksikan video terbaru berikut ini: