Home Terbaru Implementasi 5G di Indonesia Bisa Lebih Cepat, Ini Syaratnya

Implementasi 5G di Indonesia Bisa Lebih Cepat, Ini Syaratnya

Video , Info, Terbaru January 13, 2022 12:02 am

Travelgaul.id – Implementasi jaringan generasi kelima alias 5G  di Indonesia kemungkinan dapat lebih cepat dirasakan dari mayoritas masyarakat. Hal ini disampaikan dari Dirjen SDPPI Kementerian Kominfo, Ismail.

Melalui sesi diskusi bertajuk Digital Industry Forecast (DIECAST) 2022, Trends & Business Strategy, Ismail mengatakan bahwa, berbeda dengan implementasi 4G yg memakan waktu sampai 6 Tahun, khusus 5G terdapat kemungkinan mempercepatnya menjadi cuma 3 atau 4 Tahun.

Untuk dapat mencapai itu, menurut Ismail, setidaknya terdapat dua isu yg mesti diselesaikan Indonesia. Pertama ialah cost, lalu yg kedua merupakan revenue-nya.

Baca Juga :  [Wisata] Libur Nataru, Sejumlah Tempat Wisata Dipadati Pengunjung #iNewsSore 26/12

“Bagaimana kami dapat melakukan efisiensi cost untuk mengimplementasikan 5G.” ungkap Ismail, Hari Rabu (12/1/2022).

Faktor utama yg paling berpengaruh terhadap cost ialah spektrum frekuensi. Kalo spektrumnya terbatas, Ismail menyebut, BTS-nya penting rapat, sehingga cost yg dikeluarkan akan semakin besar.

“Bagaimana secepatnya dapat mendeliver spektrum frekuensi ini memadai sehingga efisiensi cost dapat terjadi.” ucapnya.

Ia melanjutkan, pemerintah sendiri sejauh ini masih terus berbenah frekuensi. Salah satunya ialah mempercepat Analog Switch Off (ASO) yg dijadwalkan pada November 2022 mendatang.

Baca Juga :  Sinopsis LOVE STORY THE SERIES SCTV Episode 516 Hari Ini Jumat 21 Januari 2022

“kami serta mempercepat ASO, supaya spektrum lower band dapat kami rilis. Karena lower band ini penting.” jelasnya.

Baca serta: Perkembangan 5G Indonesia Masih Terganjal Spektrum

Sementara, berasal dari sisi revenue, Ismail memaparkan bahwa ini terkait dengan bagaimana membangun demand. Ini sangat penting, sehingga 5G benar-benar dibutuhkan.

“Jangan bilang (jaringan 5G) dapat ini, dapat itu, tapi tidak terdapat demand-nya. terdapat tidak usecase yg jelas-jelas membutuhkan 5G atau yg cuma dapat run (aktif) di 5G.” ucapnya.

Baca Juga :  Suami Pemarah dan Suka Main Tangan, Ini 3 Hal yang Sebaiknya Dilakukan Istri

Ismail menambahkan, membangun demand atau usecase yg ‘lokal’ serta tak kalah penting.

“Supaya ini jelas kebutuhan usecase yg lokal Indonesia, yg memang benar-benar khas Indonesia” ungkap Ismail.

“kami berharap 5G ini ialah usecase yg sifatnya produktif, sehingga 5G benar2 dapat dirasakan” pungkasnya.

Sumber Referensi & Artikel : Travelgaul.id
Saksikan video terbaru berikut ini: